Tugas 3-8A || Membuat Artikel Ilmiah

Judul: Hubungan Antara Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Kecemasan pada Remaja


Abstrak

Penggunaan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja di era digital. Meskipun menawarkan banyak manfaat dalam hal komunikasi dan informasi, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, khususnya kecemasan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada remaja. Dengan mengkaji berbagai literatur dan hasil penelitian terkini, ditemukan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan, terutama tanpa kontrol, berhubungan erat dengan meningkatnya tingkat kecemasan akibat tekanan sosial, perbandingan sosial, dan cyberbullying. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif dan preventif untuk menyeimbangkan penggunaan media sosial demi menjaga kesehatan mental remaja.

Kata Kunci: media sosial, kecemasan, remaja, kesehatan mental, perilaku digital


1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pada kalangan remaja. Media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan Facebook telah menjadi sarana utama berkomunikasi, bersosialisasi, bahkan membentuk identitas diri. Menurut laporan We Are Social (2024), lebih dari 90% remaja di Indonesia menggunakan media sosial setiap hari.

Namun, di balik manfaatnya, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Fenomena seperti fear of missing out (FOMO), kebutuhan validasi lewat likes dan komentar, serta paparan terhadap konten negatif dapat memengaruhi kesehatan mental remaja secara signifikan. Artikel ini akan membahas hubungan antara penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada remaja serta memberikan gambaran mengenai dampak dan langkah preventif yang dapat diambil.


2. Tinjauan Pustaka

2.1 Media Sosial dan Remaja

Media sosial didefinisikan sebagai platform daring yang memungkinkan individu membuat, membagikan, dan bertukar informasi secara instan (Kaplan & Haenlein, 2010). Remaja merupakan kelompok usia yang paling aktif dalam penggunaan media sosial karena pada masa ini mereka sedang membentuk jati diri dan sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial.

2.2 Kecemasan pada Remaja

Kecemasan adalah respons emosional terhadap situasi yang dianggap mengancam atau menekan. Pada remaja, kecemasan sering muncul dalam bentuk rasa takut berlebihan, gelisah, sulit tidur, dan menurunnya kepercayaan diri. Studi oleh WHO (2023) menyatakan bahwa 1 dari 5 remaja mengalami gangguan kecemasan dalam berbagai tingkat keparahan.

2.3 Media Sosial sebagai Pemicu Kecemasan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intensif dapat memicu kecemasan. Menurut Keles et al. (2020), terdapat korelasi positif antara durasi penggunaan media sosial dan tingkat kecemasan pada remaja. Faktor penyebabnya meliputi:

  • Perbandingan Sosial: Remaja cenderung membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang ditampilkan secara ideal di media sosial.

  • Cyberbullying: Komentar negatif atau perundungan secara daring dapat menimbulkan tekanan psikologis.

  • Tekanan untuk Eksis: Kebutuhan untuk selalu tampil sempurna dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.


3. Metode Penulisan

Artikel ini disusun dengan metode studi pustaka, yaitu mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal ilmiah, artikel terpercaya, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik hubungan antara media sosial dan kecemasan pada remaja. Sumber utama berasal dari jurnal psikologi, kesehatan masyarakat, dan laporan lembaga internasional.


4. Pembahasan

Banyak studi menemukan bahwa remaja dengan frekuensi penggunaan media sosial tinggi cenderung memiliki skor kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan remaja dengan penggunaan yang moderat atau rendah. Dalam survei yang dilakukan oleh Twenge et al. (2021), remaja yang menggunakan media sosial lebih dari 3 jam per hari memiliki kemungkinan 60% lebih besar mengalami gejala gangguan kecemasan dibandingkan mereka yang menggunakan kurang dari 1 jam per hari.

Aspek visual dan interaktif media sosial juga memperbesar tekanan psikologis. Fitur seperti filter wajah, jumlah "likes", dan komentar publik menciptakan lingkungan kompetitif yang bisa merusak persepsi diri. Remaja yang belum matang secara emosional lebih rentan terpengaruh oleh standar kecantikan, keberhasilan, dan gaya hidup yang ditampilkan secara selektif di media sosial.

Namun, penting untuk dicatat bahwa media sosial bukan satu-satunya penyebab kecemasan. Faktor keluarga, sekolah, dan kepribadian individu juga memainkan peran penting. Media sosial bisa menjadi pemicu, tetapi bukan akar tunggal dari permasalahan kecemasan.

Daftar Pustaka (Format APA 7th Edition)

  • Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

  • Keles, B., McCrae, N., & Grealish, A. (2020). A systematic review: The influence of social media on depression, anxiety and psychological distress in adolescents. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 79–93. https://doi.org/10.1080/02673843.2019.1590851

  • Twenge, J. M., Joiner, T. E., Rogers, M. L., & Martin, G. N. (2021). Digital media use and mental health: A longitudinal study of adolescents. Journal of Adolescence, 90, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2021.06.001

  • World Health Organization (WHO). (2023). Adolescent mental health: Data and statistics. Geneva: World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int

  • Widiyanto, A., Acob, J. R. U., Cavite, F. A. M., Yuniarti, T., & Atmojo, J. T. (2023). The impact of time spent on social media on the occurrence of anxiety in youth: A cross-sectional study in Surakarta, Indonesia. The Journal of Nursing Practice, 6(2), 45–52. https://doi.org/10.24843/JNP

  • Frontiers in Psychology. (2021). The role of social media use in peer bullying victimization and onset of anxiety among Indonesian elementary school children. Frontiers in Psychology, 12, 635725. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.635725

  • We Are Social. (2024). Digital 2024: Indonesia Report. Retrieved from https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia.







5. Kesimpulan dan Saran

Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan remaja, termasuk terhadap kesehatan mental mereka. Penggunaan yang berlebihan dan tidak sehat dapat meningkatkan tingkat kecemasan, terutama melalui perbandingan sosial, cyberbullying, dan tekanan sosial. Oleh karena itu:

  • Orang tua dan guru perlu mengedukasi remaja tentang penggunaan media sosial yang sehat.

  • Remaja perlu mengembangkan kesadaran digital dan kemampuan mengelola emosi.

  • Sekolah dan institusi kesehatan bisa menyediakan layanan konseling terkait kesehatan mental dan literasi digital.

Menjaga keseimbangan dalam penggunaan media sosial adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental generasi muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 2-8A || Membuat Iklan, Slogan dan Poster Menggunakan Kalimat Persuasif dan Imperatif

Tugas 4-8A || Menemukan Kata dan Membuat Kalimat

Tugas 1-8A || Teks LHO