Tugas 4-8A || Menemukan Kata dan Membuat Kalimat
1. Contoh Sinonim dan Antonim
Sinonim (Persamaan kata)
1. Cepat = Lancar, Tangkas, Gesit, Sigap, Lincah, Kilatan, Sebentar (dalam konteks waktu, misalnya: "cepat selesai"), Spontan (dalam konteks reaksi cepat), Tanggap, Sekejap.
2. Besar = Gede (bahasa informal), Besar-besaran, Tinggi (dalam hal jabatan atau nilai), Luas (untuk area atau ruang), Panjang (untuk ukuran tertentu), Agung (dalam hal kemuliaan atau kehormatan), Hebat (dalam arti penting atau luar biasa), Tinggi derajatnya, Gemuk (untuk tubuh atau bentuk), Banyak (untuk jumlah)
3. Kuat = Kokoh, Tangguh, Perkasa, Gagah, Keras, Kuat-kuasa (dalam arti otoritas), Kuat fisik → bertenaga / berotot, Tahan banting (dalam arti mental atau ketahanan), Solid, Perkasa.
4. Cantik = Indah, Ayuu, Menawan, Elok, Rupawan, Mempesona, Anggun, Cemerlang (jika mengacu pada penampilan bersinar), Molek (sering digunakan dalam sastra atau puisi), Jelita.
5. Senang = Gembira, Bahagia, Suka, Ceria, Riang, Girang, Sukacita, Terhibur, Terpukau (dalam konteks senang yang disertai rasa kagum), Antusias (dalam konteks penuh semangat).
6. Pintar = Cerdas, Pandai, Bijak, Cermat, Tanggap, Berbakat, Genius, Kreatif, Mahir, Terampil
7. Bagus = Baik, Indah, Menarik, Hebat, Keren (informal), Elok, Cemerlang, Mantap (informal), Istimewa, Sempurna.
8. Kaya = Mampu, Berkecukupan, Berada, Makmur, Mapan, Sejahtera, Hartawan (orang yang sangat kaya), Tajir (bahasa gaul), Berduit (bahasa sehari-hari), Sultan (slang modern/gaul).
9. Berani = Nekat (lebih berkonotasi negatif – berani tanpa pikir panjang), Gagah (biasanya merujuk pada sikap tegas dan kuat), Tangguh (berani dan tahan menghadapi tantangan), Pemberani, Pejuang (dalam konteks berani memperjuangkan sesuatu), Tabah (berani dalam menghadapi kesulitan), Tegas (berani bersikap dan mengambil keputusan), Perkasa (gagah dan kuat, sering dipakai dalam konteks fisik atau heroik), Pantang menyerah (berani dan tidak mudah putus asa), Tanggon, (bahasa Jawa yang berarti kuat dan berani).
10. Lelah = Capek, Letih, Lemah, Lesu, Loyo, Penat, Kelelahan, Bertekanan (dalam konteks kelelahan mental), Kantuk (kadang berhubungan dengan rasa lelah fisik), Kelelahan fisik.
Antonim (Lawan kata)
1. Besar ≠ Kecil, Mini, Mungil, Sedikit (untuk jumlah atau volume), Rendah (dalam konteks ukuran atau posisi), Sempit (untuk ruang atau area), Pendek (untuk ukuran panjang), Kerdil, Ringan (untuk berat atau bobot), Tipis (untuk ketebalan).
2. Panjang ≠ Pendek, Singkat, Sebentar (untuk waktu), Ringkas, Kecil (untuk ukuran), Sempit (kadang digunakan untuk ruang), Tersingkat, Singkat, Puntung (dalam konteks sisa, misalnya puntung rokok yang pendek), Terkecil.
3. Cepat ≠ Lambat, Pelan, Santai, Melelet (bahasa sehari-hari), Malas (kadang dikaitkan dengan kecepatan).
4. Tinggi ≠ Rendah, Pendek (untuk ukuran tinggi badan atau objek), Kecil (kadang digunakan untuk ukuran), Surut (untuk gelombang atau air), Turun (untuk posisi atau level).
5. Kuat ≠ Lemah, Rapuh, Loyo, Ringkih, Patah.
6. Terang ≠ Gelap, Pudar, Redup, Suram, Kelam.
7. Bahagia ≠ Sedih, Sengsara, Derita, Duka, Menderita, Pilu, Kecewa, Gelisah, Murka, Resah.
8. Baru ≠ Lama, Tua, Bekas, Kuno, Usang.
9. Kaya ≠ Miskin, Kelur, Papa, Melarat, Kroco (bahasa sehari-hari).
10.Mudah ≠ Sulit, Sukar, Rumit, Kompleks, Menyulitkan, Berat, Rumit, Mengerikan (kadang untuk situasi sulit), Bingung (kadang dipakai dalam konteks kesulitan), Berbelit-belit.
2. Contoh Kalimat Perbandingan dan Anologi
Kalimat Perbandingan
1. Ani lebih rajin daripada Budi. (Membandingkan tingkat kerajinan antara dua orang.)
2. Harga mobil itu semahal rumah kecil di desa.
(Membandingkan harga mobil dengan harga rumah.)
3. Gajah sebesar truk kecil.
(Membandingkan ukuran gajah dengan truk kecil.)
4. Laptop baru ini lebih ringan dibandingkan dengan yang lama.
(Membandingkan berat dua laptop.)
5.Belajar di pagi hari sama efektifnya dengan belajar di malam hari.(Membandingkan efektivitas belajar di dua waktu berbeda.)
Kalimat Analogi
1.Otak adalah seperti komputer; keduanya memproses informasi dan menyimpan data.
(Membandingkan otak manusia dengan komputer.)
2. Guru bagaikan pelita di tengah kegelapan, memberikan cahaya ilmu kepada murid-muridnya.
(Membandingkan guru dengan pelita/lampu.)
3. Hidup itu seperti roda yang berputar; kadang kita di atas, kadang di bawah.
(Menggambarkan naik-turunnya kehidupan.)
4. Hati manusia seperti kaca; sekali retak, sulit untuk kembali seperti semula.
(Menggambarkan betapa rapuhnya perasaan manusia.)
5. Membaca buku seperti menjelajahi dunia tanpa harus meninggalkan tempat duduk.
(Membandingkan kegiatan membaca dengan perjalanan.)
3. Contoh Kalimat Fakta dan Kalimat Opini
Kalimat Fakta
1. Air membeku pada suhu 0 derajat Celcius.
(Fakta ilmiah yang bisa dibuktikan melalui percobaan.)
2. Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau.
(Fakta geografis berdasarkan data resmi.)
3. Matahari terbit dari arah timur dan terbenam di arah barat.
(Fakta alam yang terjadi setiap hari.)
4. Presiden pertama Indonesia adalah Ir. Soekarno.
(Fakta sejarah yang tercatat secara resmi.)
5. Manusia bernapas menggunakan paru-paru.
(Fakta biologis yang bisa dibuktikan secara ilmiah.)
Kalimat Opini
1. Menurut saya, film itu sangat membosankan.
(Pendapat pribadi yang bisa berbeda untuk orang lain.)
2. Makanan pedas adalah yang terenak di dunia.
(Bergantung pada selera masing-masing.)
3. Belajar di pagi hari jauh lebih efektif daripada di malam hari.
(Pendapat yang bisa berbeda tergantung kebiasaan orang.)
4. Menurut banyak orang, kota Yogyakarta adalah tempat wisata paling menarik di Indonesia.
(Opini yang sering diungkapkan, tapi tetap subjektif.)
5. Smartphone merek ini terlalu mahal untuk kualitasnya.
(Penilaian subjektif terhadap harga dan kualitas.)
Komentar
Posting Komentar